Dengan bantuan Google Map, salah satu reptil mempelai pria yang berjalan di jalan berubah arah. Di tempat lain, mobil menabrak tikungan terjal saat mendaki dengan bantuan Google Maps.
Dengan bantuan Google Map, salah satu reptil mempelai pria yang berjalan di jalan berubah arah. Di tempat lain, mobil menabrak tikungan terjal saat mendaki dengan bantuan Google Maps.
1
/ 5
Seiring waktu dalam teknologi, kami menggunakan Google Maps untuk menemukan jalur ke mana kami pergi. Tapi ini tidak selalu terjadi.
2
/ 5
Karena kesalahan Google Map di Indonesia, salah satu mempelai pria telah tiba di tempat pernikahan lain. Para tamu disambut dan sarapan disajikan. Saat percakapan antar anggota keluarga, untungnya, salah satu keluarga mempelai wanita menyadari bahwa ada yang tidak beres. Selama investigasi, dua perayaan diatur di desa yang sama. Salah satunya adalah pernikahan dan yang lainnya adalah pacaran. Kecelakaan di desa yang sama menyebabkan kekacauan.
3
/ 5
Dusun Losari di Pakis, Jawa Tengah, Indonesia. Kebingungan muncul ketika Jengkol tiba di suatu tempat bernama Dusun, bukan. Dengan demikian, pengantin pria mengubah tempatnya.
4
/ 5
Pada bulan Januari di Ahmednagar, seorang pria yang mengandalkan Google Map kehilangan nyawanya di Maharashtra. Orang itu, karena Google Maps, maju di jalan raya tepat di mana bendungan itu berada dan jatuh dengan mobil di bendungan dan tenggelam. Sopir itu bepergian dengan dua orang menuju Kalsobi, puncak tertinggi Maharashtra.
Mobil yang mendaki bukit dengan bantuan Google Maps itu sempat terjebak di tikungan terjal saat mendaki bukit tersebut dan menabrak. Mobil menabrak bendungan karena tikungan tajam. Dua orang berhasil diselamatkan dalam kecelakaan itu. Tapi satu mati.
“Faithful maker. Award-winning bacon nerd. Social media maven. Pop culture evangelist. Evil zombie guru.”